Perubahan Iklim : Pengertian, Penyebab, Akibat, Upaya!

Perubahan Iklim - Perubahan iklim adalah berubahnya iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia terutama pembakaran bahan bakar fosil yang menimbulkan emisi gas rumah kaca. 

Perubahan iklim menjadi tema Hari Bumi 2022 yang akan diperingati pada tanggal 21 April. Perubahan iklim merupakan isu penting yang perlu diwaspadai oleh orang-orang di seluruh dunia. Aktivitas manusia adalah penyebab utama perubahan iklim. Aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil, meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. 

Perubahan Iklim : Pengertian, Penyebab, Akibat, Upaya!

Menurut Australian Academy of Science, gas rumah kaca seperti karbon dioksida, metana, dan dinitrogen oksida terus meningkat selama 200 tahun terakhir. Gas rumah kaca karbon adalah gas yang menyerap dan melepaskan panas. Gas ini memerangkap panas dan menaikkan suhu rata-rata bumi, yang dikenal sebagai efek rumah kaca. Menurut Komisi Eropa, faktor utama di balik perubahan iklim adalah efek rumah kaca yang disebabkan oleh aktivitas manusia. 

Definisi Perubahan Iklim Perubahan iklim memiliki beberapa definisi dan dapat dipahami sebagai berikut:  

  • Menurut PBB, perubahan iklim mengacu pada perubahan jangka panjang dalam pola suhu dan  cuaca. Pergeseran ini bisa alami, misalnya karena fluktuasi siklus matahari. Namun, sejak abad ke-18, aktivitas manusia telah menjadi penyebab utama perubahan iklim, terutama akibat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas. 
  • NASA menjelaskan bahwa perubahan iklim biasanya merupakan perubahan cuaca yang  terjadi di suatu lokasi. Misalnya, perubahan curah hujan sepanjang tahun bias. Perubahan iklim juga merupakan perubahan iklim bumi. Misalnya, perubahan suhu bumi. Berdasarkan Undang-World Wildlife Fund (WWF), definisi perubahan iklim adalah perubahan pola iklim global atau regional yang disebabkan oleh peningkatan gas rumah kaca di atmosfer sejak Revolusi Industri akibat penggunaan bahan bakar fosil.
  • \Undang Nomor 31 Tahun 2009 tentang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, perubahan iklim adalah perubahan iklim yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh aktivitas manusia, dengan perubahan komposisi atmosfer bumi yang menyebabkan perubahan iklim alami yang mengakibatkan perubahan iklim. diamati selama periode waktu tertentu. 
  •  Direktorat Jenderal  Perubahan Iklim telah menyatakan bahwa perubahan iklim adalah perubahan signifikan pada iklim, suhu, dan curah hujan selama beberapa dekade hingga jutaan tahun. Perubahan iklim disebabkan oleh peningkatan konsentrasi  karbon dioksida dan gas lain di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca. 
  •   Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan  yang dapat diidentifikasi dalam kondisi iklim (misalnya, melalui uji statistik), dengan perubahan rata-rata yang panjang dan/atau variabilitas dalam karakteristiknya, yang berlangsung selama jangka waktu tertentu. Biasanya puluhan tahun atau lebih. Menurut 
  •    
  •  Amnesty International menjelaskan bahwa perubahan iklim dikaitkan tidak hanya dengan peningkatan suhu, tetapi juga dengan peristiwa cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut,  populasi satwa liar dan perubahan habitat, dan berbagai dampak lainnya.

Penyebab Perubahan Iklim

PBB mengungkapkan sejumlah penyebab perubahan iklim yaitu:

  • Pembuatan energi. Energi listrik dan panas dihasilkan dengan membakar bahan bakar fosil, sehingga menghasilkan emisi karbon dioksida dan dinitrogen oksida, yaitu gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.
  • Manufaktur barang. Kegiatan manufaktur dan industri menghasilkan emisi gas rumah kaca. Industri manufaktur merupakan salah satu kontributor emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Menurut Center for Climate and Energy Solutions, emisi gas rumah kaca per kapita tertinggi di Amerika Serikat dan Rusia.
  • Penebangan hutan. Emisi gas rumah kaca timbul akibat penebangan hutan, karena pohon yang ditebang akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalamnya. Karena hutan menyerap karbon dioksida, penebangannya juga mengakibatkan berkurangnya penyerapan emisi gas rumah kaca.
  • Penggunaan transportasi. Bahan bakar fosil sebagai sumber energi kendaraan menyebabkan perubahan iklim karena emisi gas karbon dioksida.
  • Pemakaian berlebihan. Penggunaan barang elektronik, berpergian, dan jumlah makanan yang dikonsumsi berkontribusi pada emisi gas rumah kaca. Gaya hidup berpengaruh besar terhadap perubahan iklim. Riset Oxfam tahun 2020 menunjukkan, satu persen dari orang terkaya di dunia bertanggung jawab atas polusi karbon dua kali lipat lebih banyak dari populasi dunia.

Dampak Perubahan Iklim

Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim membagi dampak perubahan iklim dalam lima jenis, yaitu air, habitat, hutan, kesehatan, pertanian, dan pesisir. Dampak perubahan iklim mencakup:
  • Menurunnya kualitas air. Curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan penurunan kualitas sumber air. Selain itu, kenaikan suhu juga mengakibatkan kadar klorin pada air bersih. Berkurangnya kuantitas air. Pemanasan global meningkatkan curah hujan. Namun, curah hujan yang terlalu tinggi berakibat pada tingginya kemungkinan air untuk langsung kembali ke laut, tanpa sempat tersimpan sebagai sumber air bersih.
  • Perubahan habitat. Perubahan iklim mengakibatkan pemanasan suhu bumi, kenaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai. Kondisi ini membawa perubahan besar pada habitat sebagai rumah alami bagi berbagai spesies binatang, tanaman, dan berbagai organisme lain.
  • Punahnya spesies. Perubahan habitat menyebabkan punahnya berbagai spesies makhluk hidup. Hal ini disebabkan karena mereka tidak sempat beradaptasi terhadap perubahan suhu dan alam yang terjadi terlalu cepat. Kepunahan spesies akan berdampak besar pada ekosistem dan rantai makanan.
  • Menurunnya kualitas dan kuantitas hutan. Kebakaran hutan merupakan salah satu dampak dari perubahan iklim. Padahal, hutan merupakan produsen oksigen sehingga disebut paru-paru bumi. Hutan juga membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.
  • Meningkatnya wabah penyakit. Curah hujan tinggi akibat perubahan iklim menyebabkan peningkatan dan penyebaran wabah penyakit yang mematikan, seperti malaria, kolera dan demam berdarah. Ini karena nyamuk pembawa virus-virus tersebut hidup dan berkembang biak pada cuaca yang panas dan lembab.
  • Peningkatan kasus kanker kulit. Berdasarkan penelitian dalam Photochemical & Photobiological Sciences, peningkatan suhu sekitar 2°C akibat perubahan iklim diperkirakan akan meningkatkan kejadian kanker kulit sebesar 11% secara global pada tahun 2050.
  • Berkurangnya area dan produktivitas pertanian. Perubahan iklim mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air dan meningkatnya bencana alam sehingga berakibat para area dan produktivitas pertanian.
  • Tenggelamnya daerah pesisir dan pulau-pulau kecil. Perubahan iklim berdampak pada es pada kutub yang mencair. Akibatnya, permukaan air laut naik sehingga menenggelamkan sebagian daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Cara Mengatasi Perubahan Iklim

PBB menghimbau masyarakat di seluruh dunia melalui cara mengatasi perubahan iklim, yaitu:
  • Menghemat energi. Dengan menghemat energi, kita dapat mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.
  • Berjalan kaki, bersepeda, atau naik kendaraan umum. Ini akan mengurangi emisi gas rumah kaca dan membantu kesehatan serta kebugaran tubuh.
  • Makan lebih banyak sayuran dan kurangi konsumsi daging dan susu. Memproduksi sayuran umumnya menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan membutuhkan lebih sedikit energi, tanah, dan air daripada produksi daging dan susu.
  • Kurangi perjalanan menggunakan pesawat. Sejumlah besar bahan bakar fosil digunakan untuk pesawat, sehingga menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan.
  • Kurangi pembuangan makanan. Saat membuang makanan, maka sumber daya dan energi yang digunakan untuk menanam, memproduksi, mengemas, dan mengangkutnya ikut terbuang. Ketika makanan membusuk di tempat pembuangan sampah atau landfill, gas metana mengakibatkan efek rumah kaca.
  • Kurangi, gunakan kembali, perbaiki dan daur ulang. Untuk melindungi iklim, kurangi pembelian barang, belanja barang bekas, perbaiki barang, dan daur ulang.
  • Ubah sumber energi rumah. Jika memungkinkan, coba beralih ke sumber energi terbarukan, seperti angin atau matahari. Pasang panel surya di atap untuk menghasilkan energi bagi rumah.
  • Beralih ke kendaraan listrik. Mobil listrik membantu mengurangi polusi udara dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih sedikit daripada kendaraan bertenaga bensin atau diesel.
  • Pilih produk yang ramah lingkungan. Beli makanan dari petani lokal dan pilih produk dari perusahaan yang menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab serta berkomitmen untuk mengurangi emisi gas dan limbah.
  • Diskusi dan ajak orang lain untuk mengambil tindakan. Diskusikan topik perubahan iklim dengan tetangga, kolega, teman, dan keluarga. Suarakan urgensi pencegahan perubahan iklim agar lebih banyak orang yang tahu.