Makna Filosofis Ketupat dan Opor Lebaran

Makna Filosofis Ketupat dan Opor Lebaran - Lebaran atau Idul Fitri adalah waktu yang dinanti-nanti oleh seluruh masyarakat Indonesia setelah berpuasa selama sebulan penuh.

Makna Filosofis Ketupat dan Opor Lebaran

Lebaran adalah waktu para perantau untuk pulang kampung, melepaskan keinginan baik ayah maupun ibu, dan berkumpul untuk memenuhi keinginan orang tua bersama sahabat.

Kita pastinya sudah tak asing dengan adanya Ketupat dan Opor pada saat berlebaran. Tapi kalian tau ngga sih kenapa selalu ada 2 makanan enak ini?

Nah, yuk kita bahas sama-sama!

Ketupat

Salah satu makanan khas Lebaran adalah ketupat. Ketupat berasal dari kata singkatan bahas Jawa "kupat" yang merupakan singkatan dari kata dari "ngaku lepat" yang berarti "mengakui kesalahan". Lalu, daunnya disebut Janur, ‘Jatining nur’ atau hati nurani. Sementara beras (isi ketupat) melambangkan nafsu dunia.

Selanjutnya, anyaman janur mengartikan kompleksitas masyarakat Jawa yang harus dilekatkan dengan tali silaturhami. Lalu, mengapa bentuk ketupat identik seperti kiblat? Sejumlah literatur menyebut bentuk ini sebagai 'kiblat papat' (empat mata angin) dan ‘Limo pancer’ yang berarti arah kiblat.

Anyaman kupat juga mengandung filosofi kesalahan-kesalahan, sedangkan ketupat yang dibungkus dengan janur benarne nur` melambangkan "pencerahan yang dapat dicapai", ketika intan dibelah menjadi berwarna putih, yang berarti jiwanya sendiri.

Makna ketupat ini memiliki filosofi yang berbeda-beda pula. Dapat ditarik benang merahnya, bahwa ketupat melambangkan nafsu dunia yang dibungkus dengan hati nurani. Juga, diyakini sebagai demitologisasi dan desakralisasi Dewi Sri yang dimuliakan sejak masa kerajaan kuno Majapahit dan Pajajaran.

Awalnya, penduduk setempat memiliki kebiasaan menggantung berlian di pintu depan, yang diyakini membawa keberuntungan. Kini, Sunan Kalijaga mengubah tradisi tersebut dengan menyiapkan ketupat sebagai sajian bernuansa Islami untuk menghilangkan unsur misterius.

Opor

Opor tak kalah dengan Ketupat dan masih hadir di hari raya Idul Fitri. Opor adalah hidangan yang tidak boleh Anda lewatkan saat Idul Fitri. 

Selain Ketupat, opor ayam ini merupakan hidangan yang umum diketahui berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur Barat yang memiliki akar budaya Jawa.
 
Dada ayam sebagian besar terdiri dari santan. Santan sendiri disebut santen dalam bahasa Jawa dan memiliki arti “Pangapunten” sebagai alasan. Kombinasi opor dan ketupat dianggap sebagai simbol permintaan maaf yang tulus dan keinginan untuk memperbaiki kesalahan dengan hati yang putih dan murni.