5 Prinsip Masyarakat Tionghoa

Kiat Menjadi Kaya - Seperti yang kita ketahui bersama, banyak masyarakat ketrurunan Tionghoa di Indonesia yang mempunyai kekayaan berlimpah. Bisa dibuktikan oleh salah satu pengusaha sukses sekaligus pendiri perusahaan Djarum berdarah campuran Tionghoa-Indonesia, Robert Budi Hartono. Total kekayaan Hartono pada tahun 2012 tercatat oleh majalah Forbes mencapai US$ 6,5 Miliar dan berhasil menempatkan dirinya sebagai orang terkaya ke-146 di dunia dan orang terkaya nomor 1 di Indonesia.

Meskipun begitu, kesuksesan seseorang memang tidak dapat ditentukan dari suku atau etnisnya saja, melainkan dari dirinya sendiri. Tapi kira-kira bagaimana ya mereka bisa mendapatkan kekayaan mereka?

5 Kiat Menjadi Kaya Seperti Orang Tionghoa

Untuk mengetahuinya, kami sudah merangkum beberapa kiat untuk memiliki prinsip seperti masyarakat Tionghoa:

1. Bekerja Dengan Lebih Keras

Menjadi seorang yang rajin, gigih, ulet dan pekerja keras dibandingkan orang lain memang sudah bawaan sejak lahir dari orang Tionghoa. Jika biasanya orang-orang menggunakan waktu libur mereka untuk beristirahat atau bersantai di rumah, hal ini justru tidak berlaku bagi orang Tionghoa. Mereka lebih memilih untuk tetap bekerja atau berbisnis di hari pekan demi menambah pundi-pundi kekayaan. Maka tak heran, jika orang Tionghoa bisa lebih maju dalam segi financial dibandingkan yang lainnya.

2. "Makan bubur dulu sebelum sukses baru bisa makan nasi setelah sukses"

Pepatah ini hampir mirip-mirip dengan pepatah “berakit-rakit kita ke hulu, berenang-renang kita ke tepian” yang sama artinya orang hidup harus bersakit-sakit dahulu baru nanti bersenang-senang kemudian. Jadi saat kita belum ada pada posisi kesuksesan dalam hidup, kita harus lebih banyak menahan diri dan ego untuk segala keinginan kita, ya walaupun rasanya nggak enak. Tapi tak apa, pun setelah sukses nanti, kamu bisa menikmati apa yang kamu inginkan.

3. Mengutamakan Berhemat

Hidup hemat sedari kecil begitu ditekankan oleh kebanyakan suku Tionghoa. Kebanyakan suku dari Tionghoa lebih memilih membeli sesuatunya dengan menggunakan uang cash ketimbang dengan kartu kredit atau cicilan. Jika merasa uang mereka belum cukup untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan, mereka lebih memilih untuk menunda dan menabung terlebih dahulu. Selain itu mereka juga menganut prinsip 70%-30% yang dimana 70% penghasilan mereka untuk ditabung atau diinvestasikan, barulah sisanya untuk memenuhi segala kebutuhannya sehari-hari.

4. Selalu Tersenyum dan Ramah

Kebanyakan orang Tionghoa yang mulai terjun ke dunia bisnis atau berdagang salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah bisa tersenyum dan ramah pada pelanggan. Mereka percaya jika mereka bisa tersenyum dan ramah dalam melayani pelanggan, maka usaha atau bisnis yang dijalankan akan laku alias laris-manis. Karena menurut mereka juga, salah satu faktor kesuksesan sebuah usaha bukan hanya karena harga yang murah, tapi lebih ke pelayanan yang diberikan terhadap pelanggannya.

5. Berpikir Untuk Mewariskan Kekayaan pada Generasi Keturunan

Sebagai seorang yang pekerja keras, gigih dan ulet, orang Tionghoa juga dikenal dengan kebijaksanaannya. Pun, mereka tidak pernah memikirkan dirinya sendiri, lebih jauh dari itu mereka juga memikirkan bagaimana kesuksesan yang mereka raih saat ini juga bisa dirasakan pada anak cucunya nanti. Maka nggak heran, kalo banyak orang Tionghoa yang sukses turun menurun terus hingga ke akhir generasi penerusnya.