Komoditas Minyak Goreng

Komoditas Minyak Goreng


Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar yang biasanya digunakan untuk menggoreng . Minyak goreng terbuat dari, kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, jagung, kedelai, bunga matahari dan kanola.

Secara umum, dipasarkan dua macam minyak goreng yaitu minyak goreng dari tumbuhan (minyak nabati) dan minyak goreng dari hewan, terdiri dari tallow (minyak atau lemak sapi) dan lard (minyak atau lemak babi). Contoh minyak goreng nabati adalah minyak sawit, minyak kelapa, minyak jagung, minyak kedelai, minyak zaitun dan lain-lain.

Di Indonesia, minyak goreng yang paling sering digunakan adalah Minyak Goreng Sawit (Refined Bleached Deodourised Olein/RDBO). Kondisi ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara penghasil sawit, minyak ini juga cukup ideal dari segi harga dan ketersediaan. Jika harus mengimpor jenis minyak nabati yang tidak bisa diproduksi di Indonesia, tentu membutuhkan biaya yang besar. 

Hal ini akan mempengaruhi daya jual sehingga hanya dapat dikonsumsi oleh golongan masyarakat tertentu. Apalagi, Minyak Goreng Sawit memiliki banyak keunggulan dibanding jenis-jenis minyak lain dan cocok dengan kebiasaan menggoreng masyarakat Indonesia.

Saat ini konsumsi Minyak Goreng Sawit meningkat, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor karena tumbuhnya industri jasa boga dan perubahan gaya hidup masyarakat yang didukung oleh perbaikan tingkat ekonomi. 


Minyak Goreng Sawit secara gizi berkontribusi terhadap asupan gizi omega 9, Vitamin A, vitamin D, dan vitamin E. Untuk itu, Minyak Goreng Sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai ingridien produk berbasis lemak yang sehat. Dalam 14 tahun akan terjadi peningkatan konsumsi minyak goreng di negara-negara dunia sebanyak 40%. 

Dari konsumsi minyak goreng dunia itu, kontribusi Minyak Goreng Sawit (palm oil) cukup besar mencapai 27,5% untuk makanan, farmasi dan oleo chemical. Konsumsi minyak goreng di Amerika Serikat dan Eropa sekitar 55 kg/kapita, sedangkan di China, India dan Indonesia baru sebanyak 20
kg/kapita/tahun.