Jenis dan Kandungan Minyak Goreng

Jenis dan Kandungan Minyak Goreng

Minyak goreng yang terbuat dari bahan nabati atau hewani memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai medium pengantar panas, penambah rasa gurih, serta meningkatkan nilai gizi dan kalori pada makanan yang digoreng. Dari segi fisik sama, yaitu berwarna kuning bening, tidak berbau dan tidak berasa karena rasa pada minyak goreng dipengaruhi oleh zat-zat lain yang terkandung di dalamnya.

Minyak Kelapa, sebagai salah satu jenis minyak goreng, mempunyai komposisi yang didominasi oleh asam lemak jenuh (90-92%) sedangkan Minyak Kelapa Sawit mempunyai kompisisi yang berimbang. Sebaliknya Minyak Kedelai memiliki kandungan asam lemak tak jenuh mendominasi sampai 80%.

Dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit mempunyai keunggulan daripada minyak kedelai yaitu lebih stabil dan tidak mudah teroksidasi pada suhu tinggi.

Disamping komponen utama penyusun minyak kelapa sawit berupa asam lemak jenuh dan tak jenuh (stearin dan olein), juga terdapat komponen minor yang terdapat pada minyak kelapa sawit dalam jumlah kecil. Minyak kelapa sawit mengandung sekitar 1% komponen minor diantaranya: karoten, vitamin E (tokoferol dan tokotrienol), sterol, posfolipid, glikolipid, terpen dan hidrokarbon alifatik. Kegunaan yang terpenting dari karoten dan vitamin E adalah memberikan kontribusi sifat fisiologis yang penting pada tubuh.