5 MACAM BISNIS BERDASAR CASHFLOW





Agan membangun bisnis pertamanya sebagai pemasok industri. Dengan modal pas-pasan dari 2

orang pemodal. Modal tunai/cash di tangan hanya sekitar 15 juta rupiah, tanpa memiliki stok

barang sedikitpun. Agan tidak ikut memberikan modal uang, tapi sebagai gantinya, ia

menyumbangkan tenaga dengan kompensasi 30% saham yang harus dicicil kemudian. Agan

menjalankan bisnis itu sendiri.

Dengan modal berani, kartu nama dan daftar nama di lingkungan industri, Agan menawarkan spare

part dari pintu ke pintu, yang belum ada wujudnya. Transportasi keseharian Agan adalah angkot dan

ojek. Berbekal tas dan payung lipat, serta semangat '45.




Jika seorang buyer (pengadaan) suatu pabrik perlu spare part, Agan akan mencarinya di pemasok-

pemasok lokal atau Singapura. Kemudian Agan menaikkan harga, misal 20% dan membuat




penawaran kepada mereka. Jika mereka order, Agan baru order barang tersebut ke supplier.

Karena variasi produk yang begitu banyak, memaksa Agan mencari di pemasok yang berbeda-beda.

Konsekuensinya, Agan harus membayar tunai! Sedangkan Agan mendapatkan pembayaran dari

pelanggan 30 - 45 hari kemudian (jika tepat waktu, sering molor). Pernah juga 2 tahun kemudian



baru dibayar.